Temuan tersebut, yang dijelaskan dalam sebuah makalah di Nature hari ini, dapat membantu para ilmuwan mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana embrio manusia berkembang dan memberikan wawasan tentang penyakit, serta memberikan alternatif bagi hewan untuk pengujian.
Embrio model baru, yang mengabaikan kebutuhan sperma atau sel telur, dikembangkan di laboratorium bersama embrio tikus alami. Mereka mencerminkan tahap perkembangan yang sama hingga delapan
