Skip to content
Ringkasan

Ringkasan

Ringkasan Berita

Primary Menu
  • Beriklan di Sini
  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Peta Situs
  • Home
  • Kesehatan
  • Hipoplasia Payudara dan Kaitannya dengan Suplai ASI
  • Kesehatan

Hipoplasia Payudara dan Kaitannya dengan Suplai ASI

tigerwebs 6 September 2022 4 minutes read
Hipoplasia Payudara dan Kaitannya dengan Suplai ASI


Setiap ibu pasti ingin bisa menyusui anaknya dengan baik. Sayangnya, tidak semua wanita diberi kemampuan untuk bisa menyusui hingga waktu yang dianjurkan. Salah satu kondisi yang menghambat aktivitas ini adalah masalah jaringan payudara atau yang dikenal dengan istilah hipoplasia.

Hipoplasia Payudara dan Kaitannya dengan Suplai ASI

Mengenal Hipoplasia Payudara

Hipoplasia pada payudara atau hipomastia adalah kondisi ketika jaringan payudara tidak dapat berkembang dengan normal.

Payudara yang mengalami hipoplasia hanya memiliki jaringan lemak, sedangkan kelenjar ASI hanya sedikit.

Kondisi ini menyebabkan payudara wanita terasa kopong, tidak kencang dan bulat layaknya payudara wanita pada umumnya.

Anda mungkin bertanya, apakah penderita hipoplasia payudara dapat menyusui? Jawabannya, tentu saja bisa. Wanita dengan kondisi ini masih dapat memberikan ASI, asalkan dilakukan dengan cara tertentu.

Oleh sebab itu, konsultasi dengan dokter dan ahli laktasi dapat membantu.

Tanda Hipoplasia Payudara

Umumnya gejala yang bisa Anda amati, antara lain:

  • Jarak antara satu payudara dengan payudara yang lain terpaut jauh, lebih dari 1,5 inci.
  • Ukuran payudara tampak asimetris. Salah satu payudara tampak jauh lebih besar dari payudara lainnya.
  • Adanya guratan tanda kerutan pada payudara, baik saat pubertas maupun saat hamil.
  • Bentuk payudara tubular atau menyerupai kantung kosong.
  • Areola berukuran besar tetapi bentuknya tidak proporsional.
  • Tidak ada perubahan pada payudara saat hamil ataupun ketika setelah melahirkan.

Kondisi hipoplasia dapat terjadi pada perempuan dengan bentuk payudara apa pun, baik besar maupun kecil. Jadi, bagi Anda yang memiliki payudara kecil, tak perlu merasa kecil hati atau khawatir akan mengalami risiko hipoplasia.

Baca Juga: 6 Manfaat Memegang Payudara, Bisa Cegah Kanker?

Penyebab Hipoplasia Payudara

Ada berbagai kondisi yang dapat menyebabkan jaringan payudara tidak berkembang dengan normal, di antaranya:

  • Riwayat operasi payudara.
  • Kelainan genetik.
  • Obat-obatan tertentu.
  • Infeksi mononukleosis.
  • Ada radiasi pada daerah dada sejak kecil.
  • Gangguan hormon.
  • Gangguan otot dada, dll.

Untuk mendiagnosis kondisi, pemeriksaan fisik akan dilakukan, seperti perabaan atau palpasi. Pemeriksaan biasanya dilakukan oleh ahli laktasi.

Perlu Anda ketahui, hipoplasia tidak hanya dapat menimpa satu payudara, melainkan dua payudara sekaligus.

Cara Mengatasi Hipoplasia Payudara

Hipomastia akan berdampak pada jumlah produksi ASI nantinya. Oleh sebab itu, Anda sebaiknya mengatasi kondisi ini sejak dini.

Faktanya, belum ada obat-obatan, krim, suplemen, dan herbal yang dapat menangani kondisi ini.

Namun, menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Kebidanan & Kesehatan Wanitabeberapa obat-obatan dan herbal bermanfaat untuk membantu meningkatkan produksi ASI pada wanita yang menderita hipoplasia payudara.

Oleh sebab itu, ada baiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan terkait penanganan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Selain itu, umumnya hipomastia dapat diatasi dengan tindakan bedah pembesaran payudara. Operasi ini kemungkinan besar dapat mengatasi hipomastia.

Pembedahan dapat dilakukan dalam kondisi berikut:

  • Wanita sudah mencapai usia 17-18 tahun, atau sesuai kondisi masing-masing individu.
  • Tindakan sebaiknya dilakukan oleh dokter yang terpercaya.
  • Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter yang menangani terkait kondisi hipoplasia payudara yang  dialami.

Operasi bertujuan untuk memperbaiki bentuk payudara. Terkait tindakan ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter bedah.

Baca Juga: Manfaat Menghisap Payudara, Bisa Percepat Orgasme?

Cara Mencegah Hipoplasia Payudara

Penyebab hipomastia akan berbeda-beda pada setiap individu. Oleh karena itu, cara mencegah kondisi ini pun masih belum diketahui dengan pasti.

Namun, Anda dapat menjaga kesehatan payudara dengan beberapa cara di bawah ini:

  • Minum air putih yang cukup.
  • Perbanyak konsumsi buah dan sayur yang kaya akan antioksidan.
  • Gunakan bra dengan ukuran yang pas.
  • Pilih bahan bra berbahan katun.
  • Jaga kebersihan pribadi.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Latih otot dada ketika berolahraga.

Demikian penjelasan seputar hipoplasia payudara atau hipomastia yang sebaiknya diketahui. Jika mengalami kondisi abnormal pada payudara, segera periksakan kondisi ke dokter untuk menegakkan diagnosis dan mendapatkan penanganan yang sesuai. Semoga bermanfaat.

  1. Arbour, Megan W, & Kessler, Julia Lange. 2019. Hipoplasia Mammary: Tidak Setiap Payudara Dapat Menghasilkan ASI yang Cukup. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23870298/. (Diakses pada 5 September 2022).
  2. Winocour, Sebastian, & Lemaine, Valerie. 2013. Anomali Payudara Hipoplastik pada Payudara Remaja Wanita. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3706053/. (Diakses pada 5 September 2022).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi

About the Author

tigerwebs

Administrator

View All Posts

Post navigation

Previous: 5 Alternatif Jeans Untuk Dipakai Jika Anda Bosan Denim
Next: Perburuan vaksin covid universal

Related Stories

Dampak Mie Instan Bagi Kesehatan Tubuh
  • Kesehatan

Fakta Mengejutkan Dampak Mie Instan Bagi Kesehatan Tubuh

Akd Webs 16 Februari 2026
olahraga terbaik untuk diet
  • Kesehatan

Olahraga Terbaik untuk Diet dan Berat Badan Ideal

Akd Webs 18 Oktober 2025
Makanan sehat untuk paru-paru
  • Kesehatan

10 Makanan Sehat yang Menjaga Paru-Paru Anda

Akd Webs 19 Maret 2025
  • aplikasi inovatif7 Aplikasi Inovatif yang Harus Dicoba Tahun Ini
  • Teknologi Informasi dan KomunikasiTeknologi Informasi dan Komunikasi: Fondasi Dunia Digital
  • Aplikasi Kesehatan Terbaik10 Aplikasi Kesehatan Terbaik untuk Pantau Kesehatan Anda
  • Teknologi untuk BisnisTeknologi untuk Bisnis: Solusi Efisiensi dan Pertumbuhan
  • tren blockchain 2025Tren Teknologi Blockchain 2025 yang Perlu Diketahui

Arsip

  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • Agustus 2025
  • Mei 2025
  • Maret 2025
  • Januari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • Juli 2023
  • Juni 2023
  • Maret 2023
  • Februari 2023
  • Januari 2023
  • Desember 2022
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Agustus 2022
  • Juli 2022
  • Juni 2022
  • April 2022
  • Maret 2022
  • Februari 2022
  • Januari 2022
  • Desember 2021
  • November 2021
  • September 2021
  • Agustus 2021
  • Juli 2021
  • Juni 2021
  • Mei 2021
  • April 2021
  • Maret 2021
  • Mei 2020

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Energi
  • Finansial
  • Fintech
  • Industri
  • Infografis
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Ringkasan Berita
  • Sport
  • Technology
  • Travel

Hubungi Kami

  • Beriklan di Sini
  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Peta Situs

Jangan Melewatkan

aplikasi inovatif
  • Technology

7 Aplikasi Inovatif yang Harus Dicoba Tahun Ini

Akd Webs 18 Maret 2026
Dampak Mie Instan Bagi Kesehatan Tubuh
  • Kesehatan

Fakta Mengejutkan Dampak Mie Instan Bagi Kesehatan Tubuh

Akd Webs 16 Februari 2026
bengkel mobil matic
  • Ringkasan Berita

Bengkel Mobil Matic Spesialis: Nyaman dan Aman

Akd Webs 16 Desember 2025
Teknologi Informasi dan Komunikasi
  • Technology

Teknologi Informasi dan Komunikasi: Fondasi Dunia Digital

Akd Webs 9 Desember 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.