BRI Finance Rancang Obligasi Perdana, Incar Dana Rp700

Bisnis.comJAKARTA – Perusahaan pembiayaan PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) menggelar penawaran umum Obligasi I BRI Finance Tahun 2022 dengan penghimpunan dana Rp700 miliar.

Berdasarkan prospektus yang ringkas di Harian Bisnis IndonesiaSenin (18/7/2022), BRI Finance akan menerbitkan obligasi perdananya ini dalam satu seri saja, dengan tenor 3 tahun dan tingkat bunga tetap yang nilainya belum ditentukan.

Obligasi I BRI Finance Tahun 2022 memulai masa penawaran awal per 18 Juni 2022 sampai 25 Juni 2022. Restu otoritas dan pemangku kepentingan terkait perkiraannya telah digenggam pada tanggal 29 Juli 2022.

Selanjutnya, masa penawaran umum akan berlangsung 2-4 Agustus 2022. Kemudian, penjatahan pada 5 Agustus 2022, dan distribusi secara elektronik pada 9 Agustus 2022. Pemegang obligasi akan menerima pembayaran bunga secara triwulanan, pertama kali pada 9 November 2022 dan yang terakhir pada 9 Agustus 2025.

Manajemen BRI Finance menjelaskan bahwa seluruh dana penawaran umum obligasi, setelah dikurangi dengan emisi biaya-biaya, akan digunakan untuk memperkuat struktur pendanaan.

“Di mana seluruh dana akan digunakan untuk ekspansi bisnis Perseroan, yaitu untuk memberikan fasilitas pembiayaan kepada calon debitur,” tulis manajemen BRI Finance.

Dalam rangka penerbitan obligasi, BRI Finance telah menggenggam rating idAA alias double A dari lembaga pemeringkatan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Penjamin pelaksana emisi obligasi di PT BCA Sekuritas dan PT BRI Danareksa Sekuritas, sementara bank wali amanat PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI).

Obligasi I BRI Finance Tahun 2021 ini akan dijamin dengan piutang usaha perseroan dengan nilai pokok obligasi.

Sebagai catatan, penerbitan obligasi ini merupakan yang pertama kali buat BRI Finance, setelah sebelumnya hanya menerbitkan surat utang berupa medium term notes (MTN) sebanyak dua kali, pada 2019 dan 2021.

Adapun, leasing anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) ini tercatat memiliki total aset Rp6,33 triliun per Mei 2022, tercatat tumbuh sekitar 20 persen (year-to-date/ytd) dari akhir 2021 senilai Rp5,24 triliun dan jauh lebih baik kinerja aset pada era pandemi senilai Rp4 ,04 triliun.

Direktur Utama BRI Finance Azizatun Azhimah sempat mengungkap bahwa target pembiayaan baru tumbuh pada tahun ini di sekitar 10 persen (tahun ke tahun/yoy) dari periode sebelumnya senilai Rp3,72 triliun.


Cek Berita dan Artikel yang lain di berita Google

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Konten Premium

Masuk / Daftar