Ditopang Trade Finance, Bisnis Internasional Bank Menggelat

ILUSTRASI. Pelayanan nasabah di kantor cabang BNI Tokyo, Jepang: Transaksi perdagangan (trade finance) perbankan terus meningkat.

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Transaksi perdagangan (trade finance) perbankan terus meningkat. Kenaikan bisnis trade finance ini mendorong pertumbuhan bisnis internasional perbankan.

Bank Mandiri misalnya, berhasil meraih pertumbuhan transaksi trade finance melalui platform Kopra By Mandiri. Hingga Juni 2022, transaksi trade finance Mandiri tumbuh 51,4% yoy.

Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri Panji Irawan mengatakan, pertumbuhan transaksi trade finance ditopang oleh transaksi ekspor impor dan perdagangan domestik.

“Transaksi internasional atau lintas batas nasabah Bank Mandiri juga terus meningkat sejalan dengan naiknya volume dan ekspor komoditas utama Indonesia,” kata Panji, Jumat (8/7).

Baca Juga: Transaksi Global Makin Lancar Lewat Layanan Digital Kopra by Mandiri

Selain itu, ia menyebut peningkatan transaksi trade finance tersebut berkat pengembangan produk secara struktur pada trade finance serta pengintegrasian layanan dalam proses bisnis.

Panji menyatakan Bank Mandiri terus berkomitmen melayani kebutuhan transaksi pelanggan sesuai dengan bisnis yang terus tumbuh. Salah satunya dengan fokus memberikan grosir layanan transaksi digital yang maksimal dan pengalaman pelanggan.

Tak mau kalah, volume transaksi trade finance BRI mencapai Rp 260 triliun, atau meningkat 9,8% yoy pada Juni 2022. Melalui bisnis tersebut, BRI meningkatkan pendapatan bunga (pendapatan berbasis biaya) sebesar Rp 727 miliar, atau naik 6,7% yoy.

Sekretaris Perusahaan BRI Aestika Oryza Gunarto mengungkapkan, kenaikan transaksi trade finance tak lepas dari perkembangan sektor energi dan konstruksi yang mulai menggeliat.

“Kemudian juga kebutuhan pasokan energi dan dimulainya kembali proyek-proyek investasi jalan tol,”nya.

Dengan realisasi itu, BRI optimistis bisa kantongi pendapatan berbasis biaya senilai Rp 1,5 triliun dan volume transaksi trade finance mencapai Rp 485 triliun sepanjang tahun 2022.

Untuk mencapai target tersebut, BRI akan terus fokus pada pengembangan sumber-sumber pemasukan baru serta ekosistem pasar Indonesia melalui kompetensi inti pada bisnis SME dan mikro.

BNI juga berhasil mencatatkan pertumbuhan volume transaksi ekspor yang sangat baik, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 30,62% hingga Mei 2022. Total kredit cabang luar negeri mencapai US$ 3,9 miliar, naik 18% yoy.

Untuk meningkatkan transaksi trade finance, perusahaan akan menghadirkan layanan BNI Smart Trade untuk kebutuhan perdagangan baik dalam maupun luar negeri atau ekspor-impor.

Adapun produk BNI Smart Trade meliputi letter of credit (LC), surat kredit berdokumen dalam negeri (SKBDN), surat kredit siaga (SBLC), jaminan permintaan, jaminan balasan dan pembiayaan rantai pasokan berdasarkan pembiayaan rekening terbuka.

Baca Juga: Permudah Transaksi Trade Finance, Bank Mandiri Optimalkan Kopra by Mandiri

Direktur Treasury dan Internasional BNI Henry Panjaitan bilang layanan keuangan perdagangan BNI didukung sistem digital yang handal melalui BNI Trade Online (BTO) yang terintegrasi dengan BNI Direct.

“Ini merupakan jaringan internasional yang luas dan satu-satunya bank BUMN di Indonesia yang memiliki jaringan global di 6 negara,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terima kasih atas perhatian Anda, tersedia voucher gratis senilai donasi yang dapat digunakan untuk berbelanja di KONTAN Store.