Perbedaan Asuransi Umum dan Asuransi Syariah

Perbedaan antara asuransi umum dan asuransi syariah dapat dilihat dari proses pengelolaan dananya. Asuransi syariah menggunakan akad hibah memakai konsep saling tolong-menolong dan sama-sama tidak mengharapkan imbalan.

Sementara untuk asuransi konvensional, lebih mirip transaksi jual beli di mana keduanya berharap dapat mengambil untung sebesar-besarnya dan rugi sekecil-kecilnya. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah perbedaan antara asuransi umum dan asuransi syariah, referensi asuransi oleh lifepal.

Apa Perbedaan Asuransi Umum dan Asuransi Syariah?

Bentuk Perjanjian

Perbedaan yang pertama antara kedua asuransi tersebut bisa Anda lihat dari bentuk perjanjiannya. Untuk asuransi syariah menggunakan akad hibah dengan konsep saling tolong-menolong dan tidak mengharapkan imbalan. Sedangkan untuk asuransi umum, hampir sama seperti transaksi jual beli, di mana keduanya berharap bisa mengambil untung sebesar-besarnya dan rugi yang minimal mungkin.

Sistem Kepemilikan Untuk Dana

Perbedaan asuransi umum dan asuransi syariah yang kedua dapat Anda lihat dari sistem kepemilikan dana. Untuk asuransi syariah, dana yang dimiliki semua peserta perusahaan hanya menjadi pihak peserta, pengelola dana tidak mempunyai hak memiliki. Sedangkan untuk asuransi umum, dana premi yang dibayarkan oleh anggota akan jadi milik perusahaan, karena memang konsepnya adalah jual beli, sehingga bebas untuk dipakai apapun selama sesuai dengan perjanjian.

Pembagian Keuntungan

Asuransi syariah keuntungan yang diperoleh dari proses pengolahan dana asuransi akan dibagi untuk semua peserta serta perusahaan asuransi secara merata. Sedangkan untuk asuransi konvensional keuntungan dari aktivitas asuransi tersebut sepenuhnya akan jadi milik perusahaan.

Pengelolaan Dana

Asuransi syariah dana semaksimal mungkin akan diolah untuk keuntungan peserta asuransi, pengelolaannya pun juga akan jauh lebih transparan. Berbeda dengan asuransi konvensional, dimana perusahaan secara sepihak akan menetapkan premi serta biaya lain, seperti contohnya administrasi untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya.

Status Dana

Di dalam asuransi umum, bagi anggota yang tidak sanggup dalam membayar premi, maka seluruh dana yang telah mereka setor statusnya akan jadi milik perusahaan. Hal itu berbeda dari asuransi syariah dimana dana yang disetor oleh peserta asuransi bisa diambil jika dalam perjalanan tidak sanggup untuk melaukan pembayaran. Hanya terdapat potongan kecil, yaitu berupa dana tabarru di dalam hal ini.

Jenis Investasi

Asuransi umum dana bebas diasuransikan di dalam bidang manapun selama itu berpotensi untuk mendatangkan keuntungan. Berbeda dengan Asuransi Syariah, di mana dan asuransi unit link hanya dapat diinvestasikan dalam bidang yang tidak dinilai haram. Investasi ke perusahaan yang berkaitan dengan hal-hal yang bertentangan dengan agama, seperti miras, judi, sangat dilarang.

Prinsip Dasar

Perbedaan asuransi umum dengan Asuransi Syariah yang berikutnya yaitu bisa Anda lihat dari segi prinsip dasarnya. Asuransi syariah memiliki prinsip dasar saling menanggung resiko antara peserta atau perusahaan. Dalam artian di sini risiko tersebut akan dibagi atau dibebankan pada perusahaan asuransi dan juga anggota asuransi itu sendiri. Nantinya di sini asuransi syariah lebih mengedepankan asas tolong-menolong.

Berbeda dengan Asuransi umum, di mana di dalam asuransi umum memang berkebalikan dengan syariah. Asuransi umum justru memindahkan resiko dari para peserta pada perusahaan secara sepenuhnya. Dalam artian di sini nantinya perusahaan asuransi akan berperan sebagai pihak penanggung.

Itulah tadi ulasan mengenai apa perbedaan antara asuransi umum dengan asuransi syariah. Antara kedua jenis asuransi tersebut sebenarnya masih terdapat beberapa perbedaan lain, namun yang paling umum merupakan perbedaan yang sudah disebutkan di atas.